Pengusaha Asal Jawa Tengah Berbagi Pengalaman Sukses Pasarkan Tempe di Jepang

(JAKARTA-Indonesia) Rustono, pengusaha asal Jawa Tengah, Sabtu (22/09), berbagi pengalaman mengenai kesuksesannya memasarkan tempe di Jepang, dalam acara “Dialog Monozukuri” di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 180 orang, terdiri dari mahasiswa, mantan pekerja magang di Jepang, dan pengusaha UKM Tempe dan Tahu, yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Rustono menceritakan awal mula dirinya memproduksi tempe di Jepang.

Rustono mengungkapkan alasan utama berjualan tempe karena saat itu belum ada seorang pun yang menjual hidangan Indonesia di Jepang. Rustono kemudian membuat tempe secara otodidak, dan sempat mengalami kegagalan, sehingga memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk benar-benar belajar membuat tempe.

Di Indonesia Rustono belajar cara membuat tempe yang benar dari 60 orang pembuat tempe di seluruh pulau Jawa, selama 3 bulan.

Sekembalinya ke Jepang, Rustono mulai mempraktekan semua yang dipelajarinya di Indonesia, dengan memadukan berbagai teknik serta menciptakan resep kreasi sendiri.

Kerja keras Rustono berbuah hasil, karena telah berhasil membangun pabrik seluas 1,000 meter persegi di Katsuragawa Prefektur Kyoto, dengan kapasitas produksi tempe sebanyak 16,000 bungkus dalam 5 hari, dan bahkan sudah memasarkannya ke swalayan, sekolah, perusahaan Jasa Boga, rumah saktit di 490 kota di Jepang.

Selain Rustono, Luisa Veles, wanita berkewarganegaraan Meksiko, juga membagi pengalamannya memperkenalkan tempe di negara asalnya dalam “Dialog Monozukuri”.

Dialog Monozukuri merupakan acara yang diprakarsai Japan Indonesia Kaizen Center (JIKC), asosiasi yang memfokuskan diri pada nilai-nilai positif yang tercipta antara hubungan Indonesia dan Jepang, melalui dialog dan seminar.

Dialog Monozukuri merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan JIKC pada tahun 2012, dan rencananya untuk kegiatan selanjutnya JIKC masih akan memfokuskan diri pada pengembangan SDM Indonesia dengan melakukan diskusi dengan sejumlah tokoh Indonesia yang sukses di Jepang.

“Kegiatan ini memang dari, oleh, dan untuk kita warga Indonesia. Sebut saja Pak Rustono, beliau warga Indonesia yang memperkenalkan hidangan Indonesia di luar negeri, dan kini dengan senang hati berbagi pengalaman dengan warga Indonesia lainnya,” ujar Ananda Setyo Ivannanto, salah seorang anggota JIKC. “Kami ingin selanjutnya dapat memberikan inspirasi-inspirasi bermanfaat bagi warga Indonesia lainnya agar menyadari bahwa sebenarnya Indonesia dapat memperoleh berbagai pelajaran berharga dari Jepang.” (AN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s