WISATA BISNIS “RABBANI”

oleh Muhammad Imaduddin (Owner Sala International Organization)

Sebelum datang ke Rabbani. Saya (penulis) membuat janji dengan manager Personalia, Pak Nandang pukul 8.30 hari sabtu 21 April 2012. Aku pun mengajak Helmi (Elektro ’09), Gibran (Agrin ’10), dan Wahyudi (Ekop ’10). Akhirnya kami berdua (saya dan wahyudi) saja yang bisa sampai tujuan (Rabbani). Memasuki gedung besar itu, kita disuguhkan senandung nyanyian Allah (Murottal Qur’an) dan mata kita dimanjakan dengan Musola ditengah-tengah deretan baju. Kalau ingin lebih tau, apa yang ku maksud datanglah ke Rabbani DU.

Kami naik kelantai tiga, diantar oleh satpam. Aku pandangi setiap sudut-sudut yang kulewati. Apa yang kutemukan? Corporate Culture, yang berisi ayat-ayat Qur’an berisi semangat perjuangan. Gedung yang tiap sudutnya mengagungkan nama-nama Allah. Selanjutnya kami berdua menunggu diruang tamu. Telingaku dimanjakan murottal. Sejujurnya, baru kali ini aku menemukan Perusahaan Super Islami.

“Wah, akhirnya beliau (pak Nandang) datang juga. Aku harus banyak belajar pada beliau tentang manajemen Rabbani, terutama nilai-nilainya,”ungkapku dalam hati.

Memperkenalkan diri kami. Lalu, aku jelaskan maksud dan tujuan kami ke Rabbani. Percakapan kami berlangsung dari 8.30 sampai 11.00. dan engkau tau?? Berapa banyak ilmu yang kami dapatkan dari beliau? Kami menyerap ilmu perjuangan seorang aktivis islam dalam bisnis. Dan, ku temukan pengelolaan bisnis ala sahabat Nabi di tempat ini (menurutku).

Pertanyaan sederhana. Mengungkapkan konsep manajemen Rabbani,” Marketing yang baik adalah marketing yang gila. Maksudnya, anda harus berani, Pe-De, nekad ala orang gila. Orang gila survive, mereka tak pernah sakit walaupun tidur disembarang tempat, tanpa selimut, makan tak teratur. Seharusnya anda, bila ingin menjadi Marketing Handal, harus survive Mental melebihi mereka. Pantang menyerah, Pantang Pulang sebelum membawa hasil,” jelas pak Nandang berapi-api.

“Dalam marketing. Kami mengenal dua istilah World Branding dan Sky Brading. World Branding, yaitu menerapkan semua ilmu-ilmu marketing yang dikenal selama ini. Sedangkan, Sky Branding adalah sebuah konsep yang kami dapatkan dari siroh saat mujahidin Islam melawan pasukan Romawi. Khalifah Umar ibn Khattab menyuruh seluruh penduduk Madinah solat malam, kata beliau saat selesai menunaikan tahajud,”Kemenangan kita yang sebenarnya adalah MALAM INI, bukan esok hari !” artinya apa? Kemenangan seorang muslim bukan faktor jumlah, tapi ruhiyah. Sky Branding (melakukan Branding Produk dan Perusahaan ke Allah) dipakai Rabbani dengan konsep semua pasukannya (karyawan) menunaikan amalan sunnah seperti tahajud, tilawah, puasa sunnah, dhuha, dan sedekah. Ada istilah Insentif yaumiyah disini, bagi karyawan yang mampu melakukan amalan sunnah lebih dari 50% persen dalam sebulan, maka akan dapat tambahan gaji. Bagi yang dibawah 50%, tidak dapat.”

Semakin kagum saja aku mendengarkan penjelasan beliau.

“Syariah harus dibuktikan dilapangan. Bukan hanya opini-opini khilafah ! tapi lakukan karya nyata dengan cara membangun bisnis dan basis pemuda islam yang berminat dalam dunia usaha. Saya yakin, bila semakin banyak pemuda-pemuda seperti kalian. Islam ini memiliki Izzah (harga diri).”

“saya dulu pernah kerja di Perusahaan Yahudi. Mereka bekerja keras dan disiplin. Kenapa? Untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin. Lalu, hasilnya untuk membantu Israel. Wajar kalau Israel terus bertahan. Kita apa? Kalau kita ingin KALAHkan Yahudi. Kita HARUS LEBIH DISIPLIN dari mereka. Hanya itu.”

Semangatku menggelora. Huuuuuhhhhhh

Bisnis bukan masalah uang. Tapi, Bisnis adalah perjuangan untuk membumikan Diin-Nya dimuka bumi. LURUSKAN NIAT-mu, sobat. Kita ini saudara. Musuh kita sudah jelas diluar sana. Sudah saatnya kita bersatu, berjabat tangan. Mari kita bakar ke-ashobiyahan mazhab, golongan, pandangan politik, atau apapun. Umat Umat Umat

“Selain do’a. Senjata seorang muslim adalah SEDEKAH,”tambah beliau.”kalau kalian ingin lebih tau tentang Rabbani. Datanglah lagi kesini, tanyakan langsung ke owner-nya, Pak Amri.”

Bila ku menuliskan semua nasehat-nasehat beliau. Aku takkan tidur. Terlalu banyaknya

Penulis : Muhammad Imaduddin Saliim

Gegersuni 1 no. 81c

Bersama rembulan,

Ditemani senandung Ebiet G Ade

“Menjaring Matahari”

0:27, selasa 24 april 2012

Bandung, kota yang membesarkan pikiran…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s